MENCARI GURU SEJATI YANG WALIYAN MURSYIDANA

Ardiansyah Ahmad S.**

Sudah menjadi ketentuan Tuhan atas ketidak sempurnaan manusia, bahkan manusia di pandangnya sebagai makhluk yang lemah dan memiliki sifat-sifat yang tercela. Namun Tuhan menginginkan makhluknya menjadi manusia yang baik dan dapat memiliki peran penting dalam kehidupanya di Dunia.

Keinginan Tuhan atas manusia agar manusia dapat menjadi khalifah di Dunia. Oeh karenanya Tuhan mengirimkan para Nabi dan Rasul sebagai teladan yang nyata. Tanpa Nabi dan Rasul kesempurnaan tidak akan dapat di perolehnya.

Kini Nabi dan Rasul tidak akan kita temui karena Nabi Muhammad sendiri mengatakan Ia adalah khataman Nabiyin Nabi yang terakhir/penutup para Nabi. Diperlukan seorang guru yang derajatnya sama atau setidaknya mendekati seorang Nabi dan Rasul. Guru sejati namanya.

Persoalannya adalah bagaimana kita mengetahui seorang guru sejati itu dan menemukannya..

Guru sejati pasti ada, karena Tuhan menghendaki ummatnya menjadi ummat yang baik dan rahmat bagi semesta alam. Tanda dan ciri-ciri bahwa seseorang adalah Guru sejati adalah bahwa saat kita bertemu dengannya hati kita takjub dan tunduk padanya dan kita dapat mempercayainya.

Hati atau kalbu kita akan memberikan tanda akan hal itu, dan kalbu tak pernah salah dan tak pernah bohong. Ketika seseorang duduk bersama seorang guru sejati, ia akan merasakan kedamaian dalam jiwanya, kebahagiaan, ketenangan yang tak terbayangkan dan kepuasan, serta hati menjadi Damai, Inilah tandanya.

Ketika seseorang berhadapan dengan guru sejati, orang itu akan melupakan seluruh masalah-masalahnya, dan damai bersamanya bagaikan seekor ikan di dalam samudera.

Ketika seorang berhadapan dengan seorang guru sejati hilang haus dahaga ke-Tuhanan dan tersingkap samudra Makrifatullah. Karena dalam diri guru sejati ia laksana pintu atau jendela menuju Allah Subhanahuwata’alah.

Mengapa orang-orang pergi berwisata mengunjungi tempat-tempat yang indah pemandangan yang menakjubkan ke pantai misalnya. Karena ketika mereka melihat keindahan itu mereka menemukan ketenangan dan kenikmatan.

Demikian juga Roh, dan kalbu. Dalam kehidupan ini kita membutuhkan seseorang seperti sebuah samudera, sehingga kalbu kita, roh kita dapat merasakan kenikmatan dan puas dengan orang tersebut.

Kita memiliki begitu banyak sifat-sifat tercela. Kita membutuhkan seseorang untuk memberikan pada kita sifat-sifat mulia, dan sifat-sifat mulia ini tak dapat muncul hanya melalui membaca buku-buku, mempelajari kitab-kitab melainkan akan muncul lewat seseorang yang dapat memberikan contoh akan kemulian. Karena itulah Allah Ta’ala mengutus para Nabi dan RasulNya sebagai obat sekaligus sebagai contoh. Siapa saja yang duduk bersama guru sejati akan menyeraf sifat-sifatnya, karena sifat-sifat adalah fi’il dari sifat-sifat Allah Ta’alah.

Guru sejati adalah Wali yang Mursid. Ia adalah Waliyan Mursidana yang khalis Mukhlisin-Kamil Mukamil Dan biasanya ia pembawa sebuah perahu, sebuah asosiasi dzikir-dzikir yang menuntunya menuju kesempurnaan hakiki (insan al-kamil).

Dan Dzikir-dzikir itu tempat beteduhnya burung-burung si morgi untuk meneguk setetes air dari Samudra Makrifatullah.


Semoga kita di pertemukannya.

Allahua’lam bissawab.

** Penulis adalah seorang murid Waliyan mursidana yang qutb, al-Arief billah bermukin di kota Batam.

25 responses »

  1. Assalamualaikum…OK …. Abang, itu Guru kami juga orang Kalimantan yang ada di Satui Tanbu asal KEBUMEN. Ulun masuk murid Ayah waktu di Jember. Trim Wassalam..

    • Mursyid kami adalah Syaichul akbar, qutubul auliyah maulana Syaidi Syeakh Dermoga Barita raja Muhammad Syukur. tinggal di Batam.

    • Tidak boleh lama-lama. sesegera mugkin. karena arwahul moqaddaza rasulullah bersama yang hidup. tetap satu, mengalir kebanyak wadah.

    • rabitah itu tetap, pada waktu baiat, jangan sampai salah adab, ini sudah disepakati semua ahli silsilah , kecuali bukan ahli silsilah makanya harus istiqoroh dlu.
      yang maha kekal itu tetap kekal yang ingin dkt harus mengikuti yang kekal karena melalui batinuntuk pembelajaran rohani, masalah kaji itu mengikut ke mursyid penerus

      • Sangat betul, Mursyid itu adalah tali silsilah. Nasab keilmuannya harus sahih. Mursyid itu sebuah muara di mana batin di tautkan kepadanya, rohani di ikatkan, sepanjang waktu, sepanjang masa, tak bercerai, tak terputus. Sekali tautan lepas, maka ia akan tertaut dengan yang lainnya, selain Mursyid. Inilah fana fi syeah namanya,.
        Setelah fana’fi syeakh maka kelanjutannya adalah Fina fi Allah. ini terpisah dalam ungkapan, tapi satu pada akhirnya. dimana menyebut namanya, Ridhoallah pulallah mengiringinnya. Dimana menyebut Asmanya disanalah IA bersama. Ia telah duduk di dalamnya.

  2. Maaf ada yg kurang jelas, manakah yg wali qutub? Ada dalam website lain daripada murid syeikh Dermoga jg, mengatakan Syeikh Haqani sbg Sultan Aulia, artinya dia sudah raja dari pada segala aulia, sementara dikatakan jg Sy Dermoga sbg Wali Qutub. Yg saya herankan, kalaulah saling mengakui lantas yg mana sebenarnya yg Wali Qutub / Sultan Aulia?

    • Mursyid adat adalah mursyid berdasarkan ketuturunan atau kerabat terdekat dari Mursyid sebelumnya, seperti halnya hak waris kekayaan secara tak terbatas dan atau pengelolaan yang berkelanjutan agar dzikir-dzikir dalam naqsyabandiah terus berlanjut sampai akhir zaman.
      Mursyid hadap adalah mursyid yang didasarkan pada Nubuwah-nubuwah yang didapat oleh seoarng murid kepaa siapa yang bersangkutan merabitah.

      Hanya ini penjelasan saya.

      Namun demikian dalam referensi kitab-kitab tentang Mursyid dan ke-tharekatan tidak ditemui tentang Istilah Mursyid adab dan Mursyid hadab. Istilah ini diperoleh dari Yang Maha Mulia Bapandan Guru Saidi Syeakh Dermoga Barita Raja yang diperolehnya dari Guru Beliau Saidi Syeakh Pro. Kadirun yahya.
      Pemaknahan Mursyid Adab dapat ditafrikan sebagai upaya ketinggian hadap dari Mursyid Hadap yang telah mendapatkan Nubuwah-Nubuwah dari Allah yang telah berhak untuk duduk dalam Qubah dan memimpin dzikir-dzikir rohani dan jasmani atas Tharekat Naqsyabandiah, tapi masih menghormati keturunan atau silsilah keluarga mursyid sebelumnya. maksudnya adalah Setelah Silsilah ke-arwahan diterima oleh Mursyid Hadap, tidak serta merta menghilangkan peran keturunan Mursyid sebelumnya.
      (apa-apa yang kami sampaikan ini mungkin tidak harus benar, karena pendapat ini hanya tafsiran penulis peribadi).

      Akan tetapi dalam Naqsyabandiah atau mungkin dalam Tharekat lain, Mursyid adab dan Mursyid hadap tidak ditemui. Yang ada hanyalah MURSYID.
      Dan Mursyid menurut kebiasaan dalam Naqsyabandi adalah Seorang yang ditunjuk langsung oleh Mursyid sebelumnya atau disebut sebagai Inisiasi langsung. Kemudian Mursyid yang tidak ditunjuk akan tetapi mendapatkan Nubuwah-Nubuwah Allah baik secara langsung maupun lewat petunjuk seorang murid yang lainnya, dan ini di sebut dengan Inisiasi tidak langsung atau lazim dinamai dengan uwaysi.

      Namun bagi kami penentuan Mursyid tidaklah sulit, karena Syaichul Akbar, al-Qutub, Ariefbillah, Maulana bapanda Dermoga telah memberikan petunjuk dan metode sangat hebat, tak ada tolah bandingnya yaitu melalui pintu Maraqobah. Dan Syaichul Akbar, al-Qutub, Ariefbillah, Maulana bapanda Dermoga telah menabalkan putra tercintanya Abanda Abdul Motahallib sebagai pelanjutnya.
      Dan ikhtiar saya pribadi tidak ada lagi dikotomi Mursid adab atau mursyid hadap.
      Yang ada hanyalah Muryid, ia adalah khalis-mukhlisin, dan kamil-mukamil. Dimana Arwahul Moqadasah rasulullah atau Nurun ala Nurin duduk didalamnya.

      Mohon ma’af jika jawaba ini tidak berkenan.

      Hanya ini yang dapat kami sampaiakan

      • Alhamdulillah… saya berkenan… oya…melihat coment yg tidak mengakui YMM Bapanda Guru sebagai Mursyid. menurut saya akibat dari mereka itu yg tidak memahami UWAYSI tersebut. semoga apa yg saudara tulis menjadi suatu kebaikan.
        ditelinga saya masih terngiang fatwa YMM Bapanda Guru..” JANGAN BERDEBAT” ..
        terima kasih atas penjelasannya.. salam kenal dari saya AHMAD

      • Terimakasih atas komentarnya. Waliyan Mursyidana (Syaichul akbar, Auliyailla) tidak butuh pengakuan dari pihak manapun. Justru kita sebagai orang yang penuh keterbatasan membutuhkan bimbingannya, agar terhantar kehadirat Allah azzawajalla. Kitalah yang membutuhkan pengakuanya, membutuhkan tilik kasih-Nya, sebagai murid, sebagai anak yang dibimbingnya dunia dan akhirat, kita butuh dituntun oleh-Nya untuk sampai kehadirat Ilahi robbi. wassalam.

    • Modernisme dan Globalisasi telah memudahkan upaya manusia mencapai tujuan-tujuan nya, termasuk berguru. Di Indonesia tersedia Universitas Terbuka. Belajar tanpa bertemu dengan pengajarnya. Demikian juga di negara lain. begitu banyak keadaan serupa. Bahkan telah berkembang belajar dengan lintas Negara, melalui media Internet, tanpa tatap muka, tanpa bertemunya seorang guru dan murid.
      Efektifkah dengan cara ini, sangat efektif, karena berbagai negara telah melakukan-nya. Berbagai universitas besar di Luar negeri telah mengembangkan pola ini.
      Belajar untuk orientasi pengetahuan sangat bisa, belajar untuk mengejar pengetahuan sangat mungkin. pengetahuan untuk pengetahuan, Ilmu untuk Ilmu.

      Tapi belajar Ilmu spiritualitas, dibutuhkan bimbingan langsung seorang guru. Guru bukan sekedar sosok pembimbing, sumber pengetahuan akan tetapi ia juga sebagai penyempurna dan memperbaiki prilaku. Dalam kontek ini, belajar tidak hanya sekedar mendapatkan pengetahuan dan Ilmu, tapi juga dapat mengubah prilaku. Kehadiran seorang guru dapat menjadi teladan yang nyata.
      Kisah sejarah bergurunya nabi Musa dan Khaidir, adalah contoh nyata.

      Dalam Tasawuf kehadiran Guru (MURSYID) adalah suatu faktor terpenting. karena guru tidak hanya membimbing sebuah pengetahuan, tetapi juga dapat mengubahnya menjadi manusia yang kamil dan sekaligus khalis.

      Wassalam

    • murid : harus tatap muka, tanpa bimbingan langsung bs menyebabkan murid salah arah, melenceng dari tujuan tariqah sebenarnya, karena batin dan fisik tak terpisahkan kecuali telah….
      banyak guru hebat di indonesia

      • Sangat betul, berjalan pada tanjakan spiritual memerlukan bimbingan seorang ahli. Tidak bisa sendiri. karena perjalanan spiritualitas bukanlah sebuah jalan atas rancangan pimikiran atu atas dasar kekuatan analisys, dan sangkaan bahkan ijtihadi sekalipun.

  3. Assalamulaikum… bang mau tanya.. maaf saya masih kurang paham mengenai silsilah penerus setelah wafatnya Saidi Syaikh Khadirun Yahya Muhammad Amin, Msc.(Q.S) apakah setelah beliau wafat memang benar TN ini diteruskan oleh Saidi Syaikh Muhammad Syukur Der Moga Barita Raja. (Q.S). Bagaimana dengan penerus yang ke 36 dan 37 yang berasal dari keturunan langsung Saidi Syaikh Khadirun Yahya seperti yang ada di surau baitul amin sawangan.

    • Memang benar bahwa penerus dari Saidi Syaikh Khadirun Yahya Muhammad Amin (Q.S), adalah Saidi Syaikh Muhammad Syukur Der Moga Barita Raja. (Q.S) dan sekarang telah dilajutkan oleh Warabituna, Maulana Syaikh Alib Abdul Motallib.

  4. Ass.Wr.Wb. maaf Saudaraku semua kami masih awam sehingga mungkin pertanyaan pun tentu sederhana seperti yang ada pada pemikiran kami al: seperti yg telah kami baca diatas semuanya itu sebenarnya berdasarkan dari apa…? sehingga kami menangkap cenderung ada unsur Kultus…? mohon penjelasannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s