HIKAYAT-HIKAYAT MISTIS

Syaikh Al-Isyraq, Syihabuddin Yahya As-Suhrawardi

                                                         

Burung Hoopoe dan Burung Hantu

Suatu kali ketika sedang terbang, burung hoopoe tiba di lingkungan beberapa burung  hantu,  lalu  mampir  di  sarang mereka.

Sebagaimana yang dikenal baik oleh masyarakat Arab, burung hoopoe  termasyhur  karena  ketajaman  matanya,sementara  burung-burung  hantu  itu  pada  siang hari buta.

Burung hoopoe melewatkan  malam  itu  bersama  burung-burung hantu di dalam sarang mereka, dan mereka menanyainya tentang segala macam hal.

Pada waktu  fajar,  ketika  burung  hoopoe berkemas  dan  siap  untuk  pergi, burung-burung  hantu  itu berkata, ‘Kawanku yang malang! Sungguh aneh, apa  yang  akan kamu lakukan ini? Bisakah kita bepergian pada siang hari?’

‘Ini   mengherankan,’   kata  si  hoopoe,

‘Semua  pekerjaan berlangsung pada siang hari.’

‘Apakah kamu gila?’ burung-burung hantu itu bertanya.

‘Pada siang  hari,  dengan ketidakjelasan yang disebarkan matahari atas kegelapan malam, bagaimana kita bisa melihat?’

‘Justru sebaliknya,’ kata si hoopoe, ‘Semua cahaya di  dunia ini  tergantung  pada cahaya matahari, dan darinyalah segala sesuatu   yang   bersinar   itu    mendapatkan    cahayanya.

Sesungguhnya   ia  dinamakan  “mata  dari  hari,”  sebab  ia merupakan sumber cahaya.’

Tetapi burung-burung hantu  itu  mengira  dapat  mengalahkan logika  si  hoopoe dengan menanyakan mengapa tak seorang pun dapat melihat pada siang hari.

‘Janganlah  beranggapan  bahwa  lewat  analogi  dengan  diri kalian  sendiri  setiap orang itu seperti kalian. Semua yang lain dapat melihat pada siang hari.

Lihatlah aku. Aku  dapat melihat,  aku  berada  di  dunia  yang  dapat dilihat, dapat diamati. Ketidakjelasan itu  telah  hilang,  dan  aku  dapat mengenali    permukaan    yang    cemerlang   dengan   jalan menyingkapkannya tanpa gangguan keragu-raguan.’

Ketika burung-burung hantu itu mendengar ini, mereka menjadi ribut   menjerit-jerit  dan, sambil  bertengkar  satu  sama lainnya,  mereka  berkata,  ‘Burung  ini  berbicara  tentang kemampuan  melihat  pada  siang hari, ketika kita terserang kebutaan.’

Dengan segera  mereka  menyerang  si  hoopoe  dan melukainya dengan paruh dan cakar mereka. Mereka mengutuknya dengan memanggilnya ‘si  melek-siang-hari;’  sebab  kebutaan pada  siang  hari  merupakan  kewajaran di kalangan mereka.

‘Jika  kamu  tidak  menarik  kembali  perkataanmu,’   mereka berkata, ‘kamu akan dibunuh!’

‘Jika  aku  tidak  membuat  diriku  buta,’  pikir si hoopoe, ‘mereka akan membunuhku. Karena mereka  merasakan  kesakitan terutama  pada  mata  mereka,  kebutaan  dan  kematian  akan

terjadi  secara  serentak.’  Dan  kemudian,  diilhami   oleh pepatah,  ‘Berbicaralah  dengan  orang-orang sesuai  dengan tingkat kecerdasan mereka,’ dia menutup matanya dan berkata, ‘Lihat! Aku menjadi buta seperti kalian.’

Melihat  memang  demikianlah halnya, mereka berhenti memukul dan  melukai  si  burung  hoopoe,   yang   menyadari bahwa mengungkap  rahasia Ilahi di kalangan orang-orang yang tidak percaya  sama  saja  dengan  menyebarkan  rahasia  kekafiran mereka.  Dan karenanya, sampai tiba waktu perpisahan, secara susah  payah  dia  bertahan  dengan  berpura-pura  buta  dan berkata:

Berkali-kali aku mengatakan bahwa aku akan menyingkapkan semua rahasia di dunia yang fana ini, tetapi, karena takut akan pedang dan adanya hasrat untuk menyelamatkan diriku, [aku telah mengunci] bibirku dengan seribu paku.

Dia mengeluh dalam-dalam  dan  berkata, “Dalam  diriku  ada banyak  pengetahuan, jika  aku  melepaskannya,aku  akan terbunuh.’

Jika selubung itu  diangkat, aku tidak akan menjadi lebih yakin  (catatan: perkataan  ini diyakini berasaldari ‘Ali ibn Abi Thalib).

Agar mereka  menyembah  Allah  yang  mengungkapkan segala  yang terpendam  di langit dan di bumi serta mengetahui apa-apa yang disembunyikan dan dinyatakan. (QS 27:25)

Jelaslah, tidak  sesuatu pun yang tidak dari Kami perbendaharaannya. Dan Kami tidak mengaruniakan  semua kebutuhan itu, kecuali dengan kadar yang serba tertentu. (QS 15:21 ) 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s